Universitas Terbuka: Murah, Berkualitas dan Fleksibel

Harus diakui, biaya pendidikan tinggi memang membengkak dari tahun ke tahun. Tak hanya perguruan tinggi swasta, hampir di seluruh perguruan tinggi negeri terjadi peningkatan biaya kuliah. Hal ini tentu saja menjadi momok bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang kurang mampu namun berprestasi. Karena ketiadaan biaya, banyak diantara mereka “pupus harapan”. Atau seringkali, mereka mencari kerja dahulu, kemudian masuk kuliah jika telah mengumpulkan biaya dengan jumlah tertentu. Padahal masih banyak perguruan tinggi negeri yang menawarkan biaya murah, berkualitas dan fleksibel untuk dijalankan. Tidak lain adalah Universitas Terbuka (UT). Apa dan mengapa UT cocok untuk pekerja sekaligus mahasiswa?

Universitas Terbuka (UT) adalah perguruan tinggi negeri ke-45 yang dimiliki bangsa Indonesia. UT telah mencetak jutaan sarjana yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Berdasarkan jumlah mahasiswanya, Universitas Terbuka menduduki peringkat ke-6 terbesar di dunia. Informasi detail, lihat. UT didirikan dengan beberapa tujuan mendasar yang sangat berkeadilan dan “merakyat”, yaitu: 1) memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya, untuk mempeoleh pendidikan tinggi; 2) memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tatap muka; dan 3) mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional sesuai dengan kebutuhan nyata pembangunan yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.

Mengapa Memilih Universitas Terbuka?

UT sangat cocok untuk mahasiswa yang tinggal di daerah terpencil atau pedesaan. UT juga sangat direkomendasikan untuk para karyawan, pengusaha, petani, pedagang, dan berbagai profesi lain yang ingin kuliah tanpa meninggalkan pekerjaannya. Hal ini sangat beralasan karena UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Definisi terbuka berarti tidak adanya pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa Universitas Terbuka sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas dan sederajat.

Keunggulan UT dibandingkan dengan perguruan tinggi lain yang menonjol adalah adamya fasilitas tutorial online. Dengan kata lain, mahasiswa juga dipandu oleh tutor online (tuton) yang memberikan materi kuliah dan tugas ecara online dengan jeda waktu tertentu. Dalam konteks ini, mahasiswa harus mengetahui jadwal kuliah dan ujian akhir semester terlebih dahulu.

Syarat untuk berhasil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka adalah kemandirian. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Pengertian mandiri disini dapat dilakukan secara kelompok maupun sendirian. Hal ini sangat memungkinkan karena Universitas Terbuka menyediakan bahan kuliah yang dibuat khusus untuk  dipelajari secara mandiri. Kemandirian belajar di Universitas Terbuka sangat dipengaruhi oleh kapabilitas mahasiswa dalam belajar secara efisien. Untuk mendapatkan pembelajaran mandiri dan efisien, mahasiswa Universitas Terbuka dituntut untuk memiliki kedisiplinan tinggi, kreatif, dinamis, inisiatif, inovatif dan motivasi belajar membara. Tentunya diiringi dengan kemampuan membagi waktu.

Mahasiswa juga dimanjakan dengan perpustakaan digital, tutorial online, radio dan televisi, audio video dan berbagai bahan ajar lain yang mudah digunakan, berkualitas dan murah. Bagi yang tinggal di daerah terpencil atau jauh dari perkotaan, mahasiswa dapat dapat meminta bantuan tutorial melalui Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka  (UPBJJ-UT) setempat. UPBJJ tersebar di seluruh pelosok tanah air, tidak lain adalah:

  1. Bengkulu: http://www.bengkulu.ut.ac.id
  2. Jakarta: http://www.jakarta.ut.ac.id
  3. Jambi: http://www.jambi.ut.ac.id
  4. Jayapura; http://www.jayapura.ut.ac.id
  5. Malang: http://www.malang.ut.ac.id
  6. Ternate: http://www.ternate.ut.ac.id
  7. Pangkalpinang: http://www.pangkalpinang.ut.ac.id
  8. Purwokerto: http://www.purwokerto.ut.ac.id
  9. Surakarta/Solo: http://www.surakarta.ut.ac.id
  10. Bogor: http://www.bogor.ut.ac.id
  11. Bandung: http://www.bandung.ut.ac.id
  12. Mataram: http://www.mataram.ut.ac.id
  13. Pekanbaru: http://www.pekanbaru.ut.ac.id
  14. Lampung: http://www.lampung.ut.ac.id
  15. Palangkaraya: http://www.palangkaraya.ut.ac.id
  16. Majene: http://www.majene.ut.ac.id
  17. Palu: http://www.palu.ut.ac.id
  18. Jember: http://www.jember.ut.ac.id
  19. Yogyakarta: http://www.yogyakarta.ut.ac.id
  20. Semarang: http://www.semarang.ut.ac.id
  21. Pontianak: http://www.pontianak.ut.ac.id

Sebagaimana perguruan tinggi lainnya, Universitas Terbuka menerapkan Satuan Kredit Semester (SKS). Setiap SKS memiliki bobot 1-6 dan satu semester memiliki masa efektif sekitar 16 minggu.  Yang unik, kegiatan belajarnya lebih dilakukan secara mandiri. Hanya saja kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri (di rumah, melalui kelompok belajar, dan tutorial). Tidak hanya itu, UT telah bekerjasama dengan banyak perguruan tinggi negeri dan swasta terbaik di tanah air. Setiap provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki perguruan tinggi negeri bahkan menyediakan unit layanan UPBJJ-UT. Universitas Terbuka juga bekerjasama dengan instansi umum seperti Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, Televisi Republik Indonesia (TVRI), Q-Chennel, TV-Edukasi, Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Siaran Pemerintah Daerah, Radio Siaran Swasta Niaga, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia), Atase Pendidikan KBRI, Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah, Arsip Nasional, PT OVIS Sendnsave, Koperasi Karunika, dan PT Pos Indonesia.

Untuk menjaga kualitas model pendidikan jarak jauh ini, Universitas Terbuka mengembangkan konsep guided didactic conversation yang merupakan kumpulan percakapan dua arah tertulis dan melalui telepon. Hal ini menjadi tentu saja membantu proses belajar mengajar karena sekonyong-konyong mahasiswa mendapatkan sausana bercakap-cakap dengan dosen. Singkat kata, sebagaimana universitas model terbuka dan jarak jauh lainnya, Universitas Terbuka (UT) akan terus mengembangkan guided didactic conversation ini memiliki enam hal pokok, yaitu: 1) presentasi materi kuliah yang jelas, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan tidak terlalu padat; 2) petunjuk secara eksplisit tentang apa yang harus dilakukan dan jangan dilakukan, serta apa yang harus diperhatikan dan alasannya; 3) desain yang mengundang mahasiswa untuk bertukar pikiran, bertanya, dan membuat pertimbangan-pertimbangan tentang materi apa yang harus difokuskan; 4) upaya memotivasi mahasiswa untuk mempunyai ketertarikan terhadap materi yang diajarkan; 5) gaya penulisan materi yang personalized, seperti penggunaan bahasa orang pertama; dan 6) batasan yang jelas pada pergantian tema/topik materi, seperti dengan menuliskan pergantian topik secara eksplisit, atau jika dalam bentuk terekam (kaset), dengan pengisi suara yang berbeda.

Universitas Terbuka memiliki karakteristik unggul dibandingkan dengan perguruan tinggi konvensional, antara lain:

  • Open entry – open exit system: artinya setiap individu boleh memulai dan menyelesaikan proses pendidikannya kapan saja sesuai dengan kondisi masing-masing
  • No selection criteria: artinya setiap pendaftar akan diterima sepanjang mempunyai kualifikasi dasar minimal yang dapat menunjang proses pendidikan yang diikutinya. Jadi, tidak ada batas usia, tidak ada batas tahun ijazah terakhir.
  • Open Registration System: artinya setiap individu boleh melakukan registrasi secara terbuka, apakah untuk suatu program penuh (seperti program sertifikat, diploma, ataupun sarjana) atau untuk mata kuliah tertentu saja.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa menempuh kuliah di Universitas Terbuka adalah murah, berkualitas dan fleksibel. Terlebih lagi tidak ada batasan usia dan tahun kelulusan SMA//MA/SMK. Orang yang telah bekerja dapat kuliah kapan saja sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing. Bagaimana? Apakah Anda tertarik?


Artikel ini ditulis oleh penulis KampusGw.  Agung Setiyo Wibowo adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Sebelum bekerja di SWA Media, ia mengabdikan dirinya di Schlumberger, Partnership for Governance Reform (Kemitraan), ASEAN dan Kompas Gramedia. Ia tertarik pada isu politik, kebudayaan dan komunikasi pemasaran.


Share

About Agung Setiyo Wibowo

Agung Setiyo Wibowo adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Sebelum bekerja di SWA Media, ia mengabdikan dirinya di Schlumberger, Partnership for Governance Reform (Kemitraan), ASEAN dan Kompas Gramedia. Ia tertarik pada isu politik, kebudayaan dan komunikasi pemasaran.
Webste: http://kampusgw.com
All Posts : 86

4 Comments

  1. berguna banget mas bro untuk artikelnya, gak salah saya duduk2 bentar di blog ini… saya bookmark dulu ah biar langganan blog mastah, btw minat tukeran link web gak? saya juga nulis di blog reot, temanya analisa politik ekonomi indonesia terutama analisa menuju pemilu 2014 di http://mendinganmana.com? pegimane gan?

  2. rika says:

    kalau biaya nya brapa mas

  3. malinda says:

    kalo ini tu alamat universitasnya dmna?

  4. Editor says:

    Pusatnya ada di Jakarta. Namun cabangnya sudah tersebar di seluruh penjuru nusantara. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

*

Current day month ye@r *